Label

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Desember 2017

JUS MANGGA JAMAN NOW

by google


 Pilih-pilih Jus Mangga Kekinian yang nan hits memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Begitu banyaknya brand baru yang menawarkan jus mangga kekinian yang segar di mall-mall di Jakarta, Bekasi, dan Bandung menerbitkan kebingungan baru, pilih yang mana ya, yang mau dicoba duluan atau yang mau diburu.

 Brand 1: King Mango Thai
 Brand 2: Mango Bomb
Brand 3: Mango Mango
Brand 4: Gogo Mango Ice City
Brand 5: Go Mango
Brand 6: Aroi Mango
Brand 7: Mango Dango
Brand 8: Mango Tree’s
Brand 9: Ma-mango

Indonesia Lapisan jus kekinan yaitu:
Lapisan 1: Jus Mangga
Lapisan 2: Whipped Cream (Krim Kocok)
Lapisan 3: Es Sorbet (Es Krim) Mangga
Lapisan 4: Potongan Buah Mangga

Apa Itu Whipped Cream, Coconut Cream, Low Fat cream? 
Whipped Cream Whipped Cream terbuat dari campuran krim yang mengandung 30% lemak susu atau lebih yang dimaniskan dan dicampur dengan vanilla, diaduk dengan menggunakan mesin dan alat kocok. Karenanya, terkenal dengan istilah ‘krim kocok’.

Coconut Cream Coconut Cream (Krim Kelapa) terbuat dari daging kelapa yang diambil santannya dan disimpan pada suhu dingin untuk dipisahkan antara bagian minyak dan air. Krim ini bertekstur lembut.

Low Fat Cream Low Fat Cream memakai susu rendah lemak untuk bagian krimnya.

Yang paling unggul yaitu: 

1. King Mango Thai Photo source: Nibble - bestfoodjkt Ini dia pioneer Jus Mangga di Jakarta kekinian yang antriannya bisa sampai berjam-jam. Satu-satunya outle King Mango Thai terletak di Neo Soho Mall. Menu yang ditawarkan cuma satu, yaitu King Mango. Ini adalah Jus Mangga yang porsinya super besar, bisa buat 2 sampai 3 orang. Untuk mencobanya, kamu harus menyiapkan Rp.50.000.
Lokasi: King Mango Thai Neo SOHO Mall, Lantai Lower Ground, Jl. Letjen S. Parman, Tanjung Duren, Jakarta. Telp. (021) 56985555.

 2. Mango Bomb Photo source: @foodirectory Tidak mau kalah dengan brand asli Thailand, artis Indonesia, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad juga menghadirkan Jus Mangga di Jakarta yang tidak ada duanya. Yang bikin makin terkesan adalah Mango Pudding yang terletak di bagian bawah. Nikmat sekali diminum di tengah cuaca panas.
 Lokasi: Mango Bomb Setiabudi One, Lantai 1, Jl. HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta. Telp. (021) 5220568.

 3. Ice City Photo source: @udahdiperut Ice City merupakan spesialisasi Es yang sudah dikenal dari dulu. Baru-baru ini mereka mengeluarkan varian baru, yaitu Mango Hitz. Harga Jus Mangga di Jakarta ini lebih murah dari yang dijual di mall, hanya Rp.30.000 saja. Rasanya sama-sama enak, buah mangganya manis, whipped creamnya pun pas sekali dengan Jus Mangganya.
Lokasi: Ice City Jl. Dr. Susilo Raya No. 22 C-D, Grogol, Jakarta. Telp. (021) 22561392.

 4. Mango Mango Photo source: @tangselfoodies Lippo Mall Puri bisa jadi tujuan buat kamu anak Jakarta Barat yang lagi ngidam Jus Mangga di Jakarta. Ini dibanderol dengan harga Rp.50.000 per cup. Mangganya manis sekali dan di dalamnya juga kurang lebih sama, ada Jus Mangga, whipped cream, Sorbet Mangga, dan buah Mangga segar.
 Lokasi: Mango Mango Lippo Mall Puri @ The St. Moritz, Lantai 2, Jl. Puri Indah Boulevard Blok U No. 1, Puri Indah, Jakarta.

 5. Go Mango Photo source: @baconandbutton Yang satu ini masih fresh banget karena outletnya baru buka di akhir bulan lalu. Tekstur Jusnya sangat kental, manisnya pas, dan potongan mangganya tidak pelit. Selain ada rasa asam dan manis, kamu juga akan menikmati sensasi gurih berkat kehadiran santan dalam Jus ini.
Lokasi: Go Mango Mall Ambassador, Lantai 4, Food District, Jl. Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta. Telp. (021) 5766688.

 Demikian informasi tentang jus mangga kekinian, semoga setelah membaca artikel ini langsung ingin mencobanya. Segar sekali bukan? Mangkanya ayoo buruan dicoba yaa. Jika sudah mencobanya, mana yang menjadi jus favoritmu? (ASB)

Senin, 13 November 2017

Partner Chamber

Dua sejoli 

 Aku punya teman namanya Sri Wahyuni atau kerap dipanggil Yuyun, kayun (kakak Yuyun) panggilanku kepadanya. Kayun berasal dari kota yang jauh dari tempat tinggalku yaitu Karawang dan aku di Tangerang. Saat ini aku dan kayun dipertemukan di salah satu kosan yaitu di kosan muslimah daerah Lenteng Agung pada tahun 2015. 

Awalnya aku rada canggung untuk menyapa duluan kepada orang baru, tapi kayun selalu menyapaku dan menanyakan sesuatu hal dan akhirnya kami akrab. Aku kuliah di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) tahun masuk 2015 dan kayun di Ilmu Sosial dan Ilmu politik (IISIP) tahun masuk 2013 Banyak yang bertanya mengapa aku tinggal di Lenteng dan kuliah di Depok? Kenapa tidak cari daerah dekat kampus saja? Jawabannya adalah kosan yang saat ini saya tempati yaitu milik tanteku sendiri, ia yang memintaku untuk tinggal dan menemainya di rumahnya. 

 Kalau kayun, banyak yang nanya kenapa memilih Jakarta dibanding dengan daerah rumah? Jawabannya yaitu ingin mencari ilmu lebih dari Jakarta dan mencari pengalaman yang tidak bisa dibeli dengan uang. 

 Semakin lama kami semakin acuh, sampai-sampai kalau ada yang belum makan langsung menyuruh dan menemaninya. Kemana-mana kami bisa dibilang selalu bersama, kalaupun ada sesuatu yang genting pasti saling berkabar. 

 Banyak sekali suka dan duka yang kami alami, tapi pasti salah satu dari kami ada yang memberi semangat dan dukungan untuk tetap maju. Kami mempunyai tujuan masing-masing tetapi jika salah satu dari kami sedang ada masalah tidak lama kemudian satunya lagi ada masalah. Begitu pula dengan sukanya. 

 Kami mengoleksi film-film India untuk menghibur dikala penatnya tugas kuliah. Kami senang dengan cerita dan pelajaran yang ada dalam film India. 

 Sebenarnya di kosan muslimah ini tidak hanya kami berdua saja tetapi masih ada 3 orang lagi yaitu Elveni, Sulalah, dan Tsaltsa, tetapi mereka lebih sibuk dengan dunianya jadi kurang banyak waktu bersama mereka. Kayun selalu mengerti keadaanku, kayun juga yang selalu menenangkan saat emosiku memuncak. 

Terima kasih kak sudah kenal dan acuh kepadaku. Waktu yang kita lalui bersama ini tidak ada artinya jika tidak bertemu denganmu. 

Tersisa sedikit lagi untuk kami bisa bersama karena kayun sudah mau selesai dalam kuliahnya, aku tidak tahu apa bisa bertemu teman baik lagi seperti kayun atau tidak. 

Bukan hanya waktu yang sia-sia tapi sangat amat banyak sekali pelajaran yang aku ambil dalam pertemuan ini kak. Aku tidak tahu lagi bagaimana untuk mengungkapkan perasaan ini, semoga dalam tulisan ini aku bisa selalu ingat kenangan indah ini.

Minggu, 22 Oktober 2017

Jurnalisme Visual di era digital

by google
Kecenderungan yang terjadi di era digital ini adalah ketergantungan orang akan layar yang sangat tinggi sehingga secara perlahan menggeser peran media cetak. Sudah menjadi tren di jaman sekarang bahwa jumlah tulisan pada sebuah artikel semakin sedikit dan gambar semakin besar/banyak. Contohnya:
1.      Lebih dari setengah populasi dunia menggunakan smartphone.
2.      Hampir 2/3 populasi mempunyai mobile phone.
3.      Trafik web dunia lebih dari setengahnya berasal dari mobile phone.
4.      Lebih dari setengah dari koneksi mobile di dunia menggunakan “broadband” alias jaringan cepat.
 Contoh yang paling baik yang dilakukan sebagai pionir di bidang jurnalisme visual ini adalah surat kabar dari Inggris, The Guardian, dan surat kabar yang berbasis di US, The News York Times.
 Mereka bereksperimen melalui platform digital dengan menyajikan ramuan kata-kata yang memperkaya unsur multimedia berupa foto, video serta infografis dalam satu artikel sehingga memberikan pengalaman membaca yang tidak pernah terbayangkan oleh media tradisional sebelumnya. 

Jurnalisme Visual di era digital itu...
Sebuah penyajian yang tidak lagi hanya sekedar memberikan informasi pada khalayak ramai tapi menjadi sesuatu yang bisa menarik perhatian pembaca serta membawa mereka larut dalam ketertarikan mereka dengan pengalaman menikmati sebuah artikel dengan balutan multimedia yang interaktif.

Apa itu VIK?
Produk yang lahir dari upaya jurnalistik Kompas.com bersama dengan Harian Kompas dan KompasTV (multi channel) dalam mencari kedalaman, arti, dan perspektif atas suatu peristiwa, menyajikannya secara naratif yang lengkap dengan grafis, foto, video, maupun audio (multi-media) untuk memberi warna baru di dunia jurnalistik.

Tim Produksi VIK
1.      Produser
2.      Redaksi
a.      Editor
b.      Reporter
3.      Teknologi
a.      Copywriter
b.      Designer
c.      Frontend Dev
4.      Dokumentasi
a.      Fotografer
b.      Videographer
c.      Video Editor

Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it work,” -Steve Jobs.