Label

Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Selain buku dan baju muslim, ada yang bermanfaat bagi anak loh, tengok yuk!

Selain buku dan baju muslim, ada yang bermanfaat bagi anak loh, tengok yuk!

Tigaraksa memamerkan barang jualannya dengan penuh keunggulan untuk anak usia dini yaitu tv morital, yang berfungsi untuk mendengar, melihat, dan juga meniru.

Jarang sekali saat ini barang elektronik yang mengkhususkan atau mendidik anak, padahal untuk masa depan yang cerah anak-anak harus di didik dari usia dini.

Lulu Herawati sebagai marketing mengatakan bahwa saat ini orang tua lebih memilih untuk memberikan hp kepada anaknya daripada rewel atau mengganggu aktifitasnya. Karena itu kami memiliki ide untuk membatu para orang tua supaya anaknya memahami Al-quran sejak dini walaupun orang tua sibuk bekerja.

Tidah hanya hadir di acara seminar atau bazar tetapi Tigaraksa ini memiliki toko cabang salah satunya di Jakarta, Surabaya, Bali, dan masih banyak lagi.

Kantor pusat ada di gedung Stafindo lantai 4 untuk memudahkan pelanggan jadi kami menghadirkan banyak kantor cabang.

Kantor yang sudah hadir pada 30 tahun lalu ini semakin meningkat pelanggannya pada setiap tahunnya.

"Semoga para orang tua tidak salah memberikan mainan kepada anak-anak dan sebisa mungkin dapat mendampingi anak saat bermain," ujarnya. (Syaima)

Rabu, 14 Maret 2018

Kedahsyatan Minyak Zaitun Untuk Bayi


Sering kali ummatizen temukan kulit bayi yang beruntusan ataupun merah-merah itu dikarenakan kulit bayi yang sangat sensitif terhadap apapun.

Karena begitu sensitifnya, keluarga Aisyah mengobati dan merawat bayinya dengn menggunakan minyak zaitun.

Minyak zaitun yang kaya manfaat ini bisa menyembuhkan kulit sensitif, mencegah penyakit jantung, mengurangi risiko peradangan lambung, mengurangi risiko penyumpatan pembulu darah, mencegah kanker colon, hingga untuk kesehatan dan kecantikan. 

"Cara penggunaannya cukup mudah, untuk kulit sensitif atau luka di luar tubuh oleskan saja minyak zaitunnya dan jika sakitnya di dalam tubuh cukup minum satu sendok makan untuk orang dewasa," ujarnya.

Minyak zaitun juga berguna dalam makanan bayi karena kaya vitamin yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin A, C, D, E, K, menggabungkan vitamin B serta antioksidan.


Dalam memberikan minyak zaitun ke makanan bayi juga tidak sembarangan, hanya dibolehkan pada umur 6 bulan ke atas saja. Itu juga tidak boleh berlebihan karena bayi bisa terkena diare. (Syaima)

Minggu, 22 Oktober 2017

Misteriusnya UKM Poros di PNJ

foto dapat dari google
Depok, Mahasiswi jurusan Jurnalistik, Senin, ingin mencari tahu misteri kebenaran dalam jangkauan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Poros FM di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), 10 Oktober 2016.

Dengan frekuensi yang terbatas, mengakibatkan minoritas yang tahu tentang UKM tersebut. Hal ini disebabkan karena penyiaran tidak berbayar alias gratis, dan frekuensi radionya hanya 107,7 FM – 107,9 FM (hanya sampai dua kilo meter).

Aku, sih, sebanarnya belum tahu banget Poros itu awalnya gimana dan perkembangannya sekarang apa, mungkin karena kurang publikasi saja makanya banyak yang tahu Poros itu apa, tapi belum tahu secara spesifik program-program dari Poros,” ujar Mohammad Bernie sebagai pendengar.

Hmm... Jadi lebih tahu tentang info kegiatan di kampus sih, cuma karena jangkauan siarannya masih sekitar Kawah saja, jadi aku sendiri jarang dengarin Poros,” kata Mohammad Bernie, sebagai pendengar.
by google
Kendala akan keterbatasan tempat duduk di kantin bawah secara tidak langsung akan  mempengaruhi keterbatasan pendengar Poros. Jika hal ini masih saja terjadi, banyak mahasiswa PNJ yang tidak mengetahui dan mendengarkan berbagai siaran dari Poros, bahkan sampai rektor dan staff pun tidak mengetahuinya. Begitu juga dengan speker yang kurang jernih dan suara yang saingan dengan mahasiswa yang sedang makan.

Masalah perizinan. Karena saat pemasangan speaker itu kita butuh perizinan dari gedung Rektorat untuk pemasangan. Izin lumayan lama dan susah. Kita juga harus mengumpulkan uang untuk membeli speaker, membeli kerangkeng dan menyewa ahli untuk memasang speaker guna memperluas jangkauan siaran. Jadinya lama dan menghambat perluasan ke daerah kantin teknik (kantek),” ujar Qonita Chairunnisa (Music director Radio POROS).


Masalah dana, Dana dari pemerintah yang dialokasikan untuk mahasiswa terkadang susah turun, atau kurang untuk aktivitas mahasiswa yang banyak, dan juga membutuhkan budget yang tinggi bahkan bisa mencapai puluhan juta. (ASB)

Jangan Lupakan INDONESIA

by google
Depok, Pada 2016, film Jangan Lupakan Indonesia ini tayang di youtube kami https://www.youtube.com/watch?v=R3uaHHJtQuE. Terinsipasi dari judul film Tanah Surga, Katanya yang dibintangi oleh Fuad Idris dalam layar lebar.

Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2012 yang disutradarai oleh Gatot Brajamusti (Eks. Pro), Deddy Mizwar (Eks. Pro), dan Bustal Nawani (Pro.) ini menggambarkan betapa tanah air perlu dicintai.

Film ini berunsur nasionalisme, film yang menceritakan tentang keluarga kecil di dusun dekat kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pemain dari kami sendiri yaitu Izzatu sebagai nenek, Nyimas Ayu dan Nur Aina sebagai Salma dan Salyina, Syaima sebagai ibu dokter atau pengganti guru, Ade Anju sebagai guru yang sibuk.

dokumentasi pribadi
Seorang nenek tua yang memiliki seorang anak yang keras kepala, dan kedua cucunya yaitu  Salman dan Salina yang sangat perhatian dengannya. Nenek tersebut mencoba untuk menasehati anaknya dengan pengalaman yang ia miliki.

Anaknya yang senang dengan negara tetangga yaitu Malaysia yang menurut dia adalah tanah surga berniat membawa ibu dan anak-anak nya ke Malaysia agar menurutnya anak-anak dapat bersekolah dengan baik dan ibunya mendapatkan pengobatan khusus karena terserang penyakit jantung. Namun, nenek menolak untuk ikut dengan anaknya karena menurut dia Indonesia tetaplah surga di matanya. Akhirnya hanya Salina yang ikut bersama ayahnya.

Salman bertanya kepada ibu Astuti (dokter nenek) bagaimana cara mendapatkan uang yang banyak dengan cepat. Ibu Astuti tersenyum dan berkata Salman harus berusaha dengan keras.

Ibu Astuti kini menjadi guru Salma dan Salina, karena guru yang biasa mengajar sedang ada keperluan. Ibu Astuti lupa mengajarkan mereka lagu Indonesia Raya akhirnya anak-anak diajarkan lagu Indonesia Raya dan berlatih Upacara Bendera karena aka ada pejabat yang menyumbang ke desa itu khususnya pendidikan.

dokumentasi pribadi
Seiring berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar dan pengobatan, penyakit nenek pun kian menjadi-jadi. Hal itu membuat
  
Salman tak mau tinggal diam dan kemudian bekerja keras mencari biaya pengobatan sang nenek.

Dalam kutipan Sri Wahyuni (pengamat film kami), “NKRI harga mati, siap menjunjung tinggi bendera merah putih hingga titik darah penghabisan, jayalah Indonesiaku,” mewakili tujuan dalam film tersebut. (ASB)

Wanita Karir di Usia Muda

Depok,– Aira Yuhaniar bekerja di BCA tepatnya di Menara BCA dengan pendidikan terakhir D-3 Manajemen Informatika karena ditarik oleh BCA yang sedang mencari humas “tidak sengaja bekerja di sini” ujar Aira. Karena seperti rumah ke-2 jadi sangat nyaman dengan pekerjaan ini.

Tidak selalu bekerja di perbankan itu itung-itungan, melainkan mencangkup semua, contohnya ada yang dari lulusan IT, Bahasa, Hukum, Sekertaris, dst,”ujar Aira.

Sudah setahun Aira menjabat sebagai Akuntan Esklusif (AE) dengan penghasilan 3 sampai 5 juta per bulan. Dalam usia yang sangat muda, penghasilan tersebut sangat tercukupi bagi dirinya.

koleksi pribadi
Jarak tempuh sekitar 17 km dengan menggunakan KRL yang hanya memerlukan waktu 30 menit. Berangkat pukul 7.30 sampai di Menara BCA 08.00 WIB.
Sesampainya di rumah Pukul 19.30 WIB, jika tidak ada acara mampir, lebihnya.

Untuk para mahasiswa, setelah lulus nanti masih kebingungan dengan  pekerjaan, saya menyarankan untuk bekerja di BCA. Kontrak yang hanya 3 tahun (bakti BCA), setelah itu kalian kalau ingin melamar pekerjaan di tempat lain menjadi lebih mudah” ujar Aira.

Rabu, 18 Oktober 2017

Lembaga Sensor Film Sekarang Mengerikan

Dalam perfilman atau program-program televisi saat ini, banyak terdapat film dewasa atau film perkelahian yang penontonnya adalah anak kecil, beberapa peraturan atau larangan sudah dikeluarkan kepada pemilik film, tetapi  masih ada saja yang melanggarnya.
Dalam hal ini anak-anak harus tetap diawasi, jangan sampai menonton film yang bukan usia nya. Berikan teguran yang bisa membuat anak tersebut mengerti,” ujar Izzul (pengamat sekaligus pencinta film).
 “Sensor Mandiri” juga merupakan ajakan terhadap masyarakat penonton untuk memilah dan memilih film-film yang akan ditonton. Dalam arti, masyarakat penonton perlu memerhatikan peruntukan usia suatu film, sebelum menonton film tersebut. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Perfilman, LSF meloloskan film dan atau iklan film dengan klasifikasi usia penonton SU (Semua Umur), 13 Tahun ke atas, 17 Tahun ke atas, dan 21 Tahun ke atas.
Sekarang tergantung dari orang tua anak tersebut, apakah bisa mendidik anak nya dan melarang anaknya untuk tidak menonton film yang tidak layak untuk di tonton oleh anak-anak, dan beri arahan kepada anaknya untuk menonton film yang sesuai dengan usia anak-anak tersebut," kata Izzul lanjutnya.

Dampak saat ini bagi anak-anak sangat banyak, anak-anak banyak menirukan adegan-adegan film yang tidak pantas untuk dilakukan oleh anak-anak, dan orang tua harus terus mengawasi anak tersebut.
Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan memberikan penghargaan “Anugerah LSF 2017”. Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran para pemilik film dalam mematuhi kewajiban kepemilikan STLS (Surat Tanda Lulus Sensor) sebelum materi film dan atau iklan film ditayangkan, sebagaimana diamanatkan dalam UU Perfilman No. 33, Tahun 2009, Pasal 57, ayat (1): “Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh surat tanda lulus sensor”.


Maka penghargaan “Anugerah LSF 2017” merupakan apresiasi bagi mereka yang secara sadar ikut mensukseskan “Sensor Mandiri”, yang tujuannya tentu saja untuk meningkatkan peran serta semua kalangan dalam mensukseskan sensor mandiri.

Mengenal Sastra dengan Sederhana

Depok- Kali ini Sastra Reboan yang bertempat di Warung apresiasi (Wapres) telah meluncurkan kembali karyanya yaitu buku yang berjudul “sakkarepmu” yang di ciptakan oleh Slamet Widodo.  Di wapres ini juga sering menampilkan sastrawan-sastrawan muda untuk berbagi ilmu, tidak memandang baru bisa 10 hari bahkan belum pernah menulis sekalipun.

Buku tersebut tidak hanya satu orang yang berperan, tapi banyak masukan dari sastrawan lain yang berapresiasi menulisnya. “Penampilan di sini ada musik, teater, dan monolog seperti gado – gado yang campur aduk,” ujar Yo Sugianto.

Para mahasiswa PNJ ikut meramaikan acara peluncuran buku, kami meliput para sastrawan yang hadir maupun pengisi acara tersebut (03/02/2016).  Beberapa sastrawan yang datang pada malam itu ialah Yo Sugianto, Dedi Tri Riyadi, Budhy Setiawan, dan beberapa penyair ternama lainnya.

Tidak bisa dianggap serius, menakutkan, sesuatu yang berat,” kata Yo Sugianto yang ditujukan kepada calon sastrawan. Tujuan dari sastra Reboan ini sendiriyaitu untuk memperkenalkan sastra secara menyenangkan kepada masyarakat, dengan sistem ‘sukarela’ sastra Reboan berhasil bertahan selama delapan tahun jalan. (ASB)

Selasa, 10 Oktober 2017

BINGKAI BERSEJARAH

Pada suatu hari, ada sebuah bingkai jati yang sangat unik terlihat sangat kusam, tergeletak di pojok ruang kosong dengan penuh debu dan juga sarang laba-laba. Ia sangat rapuh begitu saya menyentuhnya.

foto ini diambil dari google
Dengan penasaran, perlahan saya mengangkat dan membersihkannya, ada sebuah binatang kecil yang membuat sarang di sudut-sudut bingkai tersebut, dengan spontan saya melempar bingkai itu untuk menjauh dari saya, karena tidak sengaja, saya melempanya sangat kencang, sampai-sampai tidak terlihat sebagai bingkai lagi.

Begitu takutnya saya hingga binatang tersebut menyebar sana-sini untuk mencari perlindungan. Tidak sengaja, saya telah menghancurkan bingkai yang unik tersebut, satu demi satu saya kumpulkan untuk di bawa pulang supaya perbaiki.

Sesampainya di rumah, saya langsung menyimpan tas, sepatu, dan lain-lainnya untuk bergegas merapihkan bingkai, patahan-patahan yang ukurannya kecil-kecil sangat sulit, tetapi saya harus susun untuk menjadi utuh kembali, kalau bisa saya perbaharui lebih bagus dari pada sebelumnya.

Saat beberapa menit saya merapihkan, ada kucing yang tidak sengaja menghancurkan lagi bingkainya, padahal bingkai itu sudah setengah jadi. Saya kesal, dan akhirnya meninggalkan patahan-patahan yang sudah setengah jadi itu.


Saya mencoba mengiklaskan, mencoba untuk membuatnya lagi, sedikit demi sedikit sudah mulai kelihatan bentuk bingkainya, dan saya mempunyai ide bahwa bingkai itu di letakan di lobi Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP).

Saya beranggapan bahwa bingkai itu mempunyai sejarah kepada pemiliknya. Karena saat saya susun dan menjadi bingkai, ada kata atau kode di belakang bingkai tersebut, begitu juga bersejarah dalam kehidupan saya, walaupun hanya hari itu saja, tapi menjadi sebuah pengalaman bagi saya, dan harus belajar bersabar dalam melewati cobaan.

Jumat, 06 Oktober 2017

Awas Ada “Pesta Maling” di TIM


Depok – Taman Ismail Marzuki (TIM) menampilkan kembali karya Pentas drama komedi, kali ini  berjudul,“Pesta Maling”.  Diadaptasi dari naskah drama karya Sastrawan Prancis, Jean Anouillh, dengan seting kehidupan Eropa tahun 1880.



Menariknya, naskah tua ini, diadaptasi, di setting dalam wajah Indonesia masa kini  yang sedang hiruk pikuk dengan aneka jenis korupsi.  Pentas diawali dengan berkumpulnya para tokoh kriminal dari bermacam kelas.

Mirip pesta di sebuah tempat terbuka, di sana ada panggung musik disertai penontonnya, ada pencopet, maling, perampok, koruptor, dan berbagai tokoh kriminal lainnya. Ada Ketua Komisi dan kroni-kroninya. Uniknya, tak seorang pun mengetahui identitas mereka sebenarnya, bahkan Polisi sempat mengkelabuhi. Cerita diakhiri dengan pengakuan tentang jati diri mereka.

Foto Pribadi 
Pada intinya mereka adalah manusia biasa yang berusaha mempertahankan hidup dengan perilaku kriminal. Pentas seni  yang Produseri James Ibrahim  dan disutradarai Bambang Isworo, kaya dengan berbagai tampilan kontemplasi yang digugah daya Kritis.

Naskah Pesta Maling ini sangat pas dengan kondisi Indonesia saat ini. Artinya berbagai kalangan di Indonesia kini sedang giat-giatnya melawan tindak pidana korupsi. Sementara korupsi diberbagai instansi atau lembaga tetap saja ramai terjadi mulai dari Kepala Desa, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, Mantan Menteri dan profesi lainnya,” kata Bambang Isworo.

Foto hasil pribadi
Tjelah Teater  merupakan sebuah kelompok seni drama yang anggotanya terdiri dari para pekerja seni profesional dan aktivis kemanusiaan,” kilah James Ibrahim.

Tambahnya, para pemainnya banyak terlibat dalam workshop dan pementasan teater, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka yang bergabung dalam TJELAH TEATER telah mementaskan beberapa karya monumental WS Rendra, baik naskah asli maupun terjemahan.

Saya melihat para seniman teater sangat kreatif mewujudkan karya-karya seninya. Akan tetapi, kehidupan sosial ekonomi seniman teater perlu mendapat perhatian dan keberpihakan dari kita dibandingkan dengan dunia seni lainnya. Sebagian besar para seniman teater, mohon maaf memang agak tertinggal dibandingkan dengan seniman bidang seni lainnya. Tapi tidak dalam pengertian tertinggal dari sisi kreatifitasnya.

Seniman teater sangat kreatif. Mereka tertinggal dari sisi kehidupan ekonominya. Tentu harus ada orang yang memperhatikan dan menggerakan dunia teater dan yang sudah memilih jalan sebagai seniman teater bisa dipenuhi harapan harapannya,” ujar James Ibrahim.

Harapannya, pentas Pesta Maling ini akan mampu menggelorakan semangat "anti-korupsi di berbagai lini kehidupan di Indonesia, yang memang akhir-akhir ini semakin terlihat di semua lini terjadi korupsi itu. Barangkali pentas teater Pesta Maling ini bisa menjadi sebuah percikan kecil saja dibandingkan gerakan-gerakan anti-korupsi lain yang lebih besar,” kata James Ibrahim.

Melanjutkan Pilihan Banyak Mahasiswa D-3

Politeknik Negeri Jakarta,
Teknik Grafika dan Penerbitan.
Depok- Rusdi Fitraji, lulusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta, tahun 2013 ini memilih untuk melanjutkan D-4 dengan jurusan saat D-3, dengan alasan untuk memperdalam ilmu yang memang sudah dipelajari.

Saat berkarir nanti, dapat ditempatkan ditingkat atas, karena ilmu yang sudah madang yang didapatkan saat D-4.
Selagi ada niat dan punya kemauan lakuin saja. Karena biasanya kalau sudah ke-enjoy-an ga ngelanjutin, jadi males,” ucap Syariefah Prawira sebagai lulusan PNJ jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan.

Hidup di Indonesia yang tidak mengesampingkan jenjang pendidikan untuk berkarier, jadi pengalaman saja tidak cukup. Dari data kelulusan tahun 2013 yang memilih melanjutkan kuliah sebanyak 55%, sedang cari kerja 21%, sibuk urus anak 17%, bekerja 7%.

Kesesuaian pekerjaan dengan jurusan saat lulus, “Kalau yang sesuai cukup banyak. Seperti hasil dari kuisioner, sebanyak 46,90% sangat sesuai dengan jurusannya, 18,70% sesuai dengan jurusannya, 22,00% cukup sesuai dengan jurusannya, 6,70% kurang sesuai dengan jurusannya, dan 5,70% sangat tidak sesuai dengan jurusannya ketika lulus,” ujar Staf Kemahasiswaan PNJ.


Bekerja itu yang diperlukan adalah skill, karena materi kuliah banyak yang tidak terpakai saat bekerja. Tidak menutup kemungkinan juga akan lanjut kuliah untuk menambah ilmu lagi, tetapi untuk saat ini menurut ilmu yang  didapat sudah cukup. (ASB)

Senin, 02 Oktober 2017

Tradisi Kopi Versi Bangsa Arabian


Apa itu kopi tahlil? Kopi tahlil adalah kopi yang dihidangkan saat mengadakan acara tahlilan yang diakhiri dengan namanya kebiasaan minum kopi. 

Bangsa arab misalnya, melakukan penutup atau mengakhiri tahlil dengan meminum kopi jahe yang menjadi turun-menurun dari nenek moyang. Dengan begitu tahlil tersebut dinyatakan sah atau komplet. 


Bukan sesuatu kewajiban bagi bangsa arab maupun orang biasa untuk meminum kopi ataupun kopi jahe saat tahlil, melainkan menjadi ritual atau kebiasaan yang biasa oleh orang terdahulu.
Bangsa arab mengenal kopi jahe dengan sebutan gahwa zanjabi. Tanpa kopi jahe tidak merasa kehikmatan dalam acara tahlilan, begitu kata para bangsa arab. 

Saat ini banyak yang meniru cirri khas bangsa arab dalam membuat kopi, tetapi tidak banyak juga yang bisa sama dengan kopi buatan khas arab. Orang arab asli meracik kopi tahlilnya dengan menggunakan bahan rempah-rempah dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Bangsa arab lebih condong kopi jahe dibanding dengan kopi hitam biasa "karena bangsa arab memiliki cita rasa lebih peka dalam masalah memilih minuman atau makanan yang menggandung rempah-rempah, berbeda dengan orang biasa." ujar Habibie Bahfein. 

Pada saat bangsa arab mengadakan acara tahlil dalam undangan terbuka, orang non-arab atau orang biasa ingin ikut menghadiri acara tahlilan tersebut, untuk mencicipi kopi tahlil yang begitu nikmat buatan bangsa arab.


Di kutip dari http://indo.amuslima.com/beda-kopi-arab-gahwa-arabi-dan-kopi-biasa, Kopi arab warnanya memang coklat muda bahkan mendekati kuning tua. Hal ini dikarenakan proses pemanggangan yang hanya sebentar, sehingga asupan kafein dan airnya juga lebih tinggi.

Sabtu, 30 September 2017

Rindu Perhatian Sang Ayah



Teringat masa kecilku
kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
buatku melambung

Disisimu terngiang
hangat napas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala
mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi
yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu
jauhkan godaan

Yang mungkin ku lakukan
dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
terbelenggu jatuh dan terinjak



Lirik lagu yang mengingatkan kenangan dulu bersama ayah.Seorang pemimpin keluarga yang tangguh, penuh akan pengalaman-pengalaman pahit dan manis. Berjuang demi keluarganya hingga tidak kenal lelah.
Ketika kecil, untuk makan dan mandi saja sangat diperhatikan olehnya, apalagi mendidik, dengan tegas ia sampaikan ilmu-ilmu yang ia miliki untuk diturunkan dan diterapkan kepada anaknya.


****

Mempunyai raganya tetapi tidak dengan hatinya, karena yang dirasakan ialah seperti serumah dengan orang asing, jika papasan hanya berdiam-diaman, bertegur sapa saja sangat sedikit dan bisa terhitung, apalagi bercanda dan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.

Terlalu sibuk dengan dunianya sendiri sampai-sampai ia lupa memberikan perhatiannya kepada anaknya, ia asik sendiri dengan handphone pintarnya. Selalu ia genggam handphone itu,kemana pun ia pergi.

Tidak mau kalah dengan teman-temannya yang dimana apa-apa menggunakan handphone. Ia rawat, ia jaga, ia perhatikan dengan handphone itu sampai-sampai lupa dengan keluarganya. Ingin sekali merasakan seperti handphone itu, dimana yang ia rawat, ia jaga, dan ia perhatikan ialah dengan anaknya.

****
Jika usiamu sudah memasuki 60 tahun, kulitmu sudah semakinmengendur, untuk melihat pun membutuhkan kaca mata yang tebal, gigimu yang sudah mulai habis dan rapuh menyulitkanmu untuk makan.
Dengan begitu ia tetap terlihat kuat, ia terus ingin berjuang terus untuk menafkahi keluargamu.
Selalu ada saja yang kau lakukan di setiap harinya, dengan alat dan kekuatan seadanya, ia dapat membuat pelanggan dengan kepuasan dan ingin selalu berlangganan dengannya.
****
Waktu pun berubah, dimana yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi menjauh. Gengsi adalah salah satu penyebab mengapa ia sulit untuk memulai pembicaraan. Saat ini tidak mudah untuk berbincang secara langsung dari mata ke mata, padahal waktu yang ia miliki dengan keluarga cukup lah banyak.
Melalui handphone miliknya lah cara ia berkomunikasi dengan kuluarga, itu pun kalau ada informasi yang sangat penting sekali baginya.
****
Jika bisa kembali kedua belas tahun lalu, ketika ia masih gigihkerja, panas terik, tidak ia jadikan alasan untuk tidak kerja.Semangat yang tinggi membuat orang di sekelilingnya terbawa dan kagum kepadanya. 
Saat pulang kerja, ia membela-belakan untuk tidak langsung istirahat. Ia mengajak keluarganya untuk melakukan sholat magrib berjamaah dengan sedikit tausiah, dan beberapa cerita kisah nabi, yang ingin ia terapkan untuk mendidik anak-anaknya.
Saat bulan puasa tiba, ketika sore hari, ia selalu mengajak anak-anaknya untuk berjalan-jalan mengelilingi komplek rumah, dan mencari makanan ringan untuk berbuka puasa. Menggunakan motor, ia mengendarai dengan sangat pelan dan nyaman. Sesekali ia mengajak anaknya untuk bercanda, supaya anaknya tidak terlalu merasakan haus. (Anti Syaima Bahfein)


Dipopulerkan oleh http://www.suryabogor.com/rindu-perhatian-sang-ayah/ 

Si Penjual Perlengkapan Pemakaman

Foto di atas di ambil saat selesai wawancara,
by Syaima Bahfein
Bapak ini berjualan perlengkapan pemakaman dan bunga makam. Ia bernama Sarbani dengan panggilan trennya Eko, walaupun bukan orang Jawa. Ia tinggal di Belakang Lenteng Agung.
Dengan memiliki 2 orang anak laki-laki yang sudah lulus sekolah dan satu perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Meneruskan usaha orang tuanyalah yang membuat dirinya menjadi memiliki pekerjaan. Dengan modal pas-pasan ia berjualan bunga makam di pasar tradisional Lenteng Agung, ia rela berjualan dari pagi hingga sore hari demi sesuap nasi untuk keluarganya.
Meskipun mendapatkan penghasilan yang pas-pasan, ia tetap memiliki hati nurani yang tinggi, jika ada pembeli yang menawar dagangannya, dengan ikhlas ia memberikan potongan harga walau membuat keuntungannya yang ia dapat menjadi berkurang.
Bangun pagi-pagi sekali untuk melengkapi jualannya ke pasar Rawa Belong, hanya sedikit yang ia beli, tetapi ia berusaha untuk beli beraneka ragam, supaya pembeli tidak kecewa dengan dagangannya.
Untuk menuju ke tempat berjualan pun membutuhan banyak tenaga, ia berjalan kaki dengan jarak 20 KM, dengan semangat yang sangat tinggi ia lewati setapak demi setapak seolah perjalanan sangat dekat. “Keuntungan yang tidak seberapa hanya berjualan bunga makam, mana mungkin bisa beli motor,” ujarnya.
Keuntungan yang ia peroleh tidak lah banyak, dalam sehari ia dapat menghasilkan 40 ribu rupiah, hingga pernah sampai 200 ribu rupiah, tergantung dengan bagaimana keadaannya.
Sampai saat ini bunga makam tersebut kurang lebih memasuki tahun ke-20, yang dimana sering sekali penggusuran tempat atau lahan oleh salpol pp, hingga ia terus-menerus mencari tempat yang nyaman, saat ini ia mendapatkan tempat yang termasuk lebih minim dibandingkan dengan yang dulu. (ASRB/PNJ)
Sudah dipopulerkan di http://www.depokpos.com/arsip/2017/05/si-penjual-perlengkapan-pemakaman/ 

Kamis, 28 September 2017

PENYEBAB KULIT SENSITIF DAN CARA MENGATASINYA

Apakah kulit Anda sensitif? Salah satu tanda kulit sensitif adalah kulit terasa gatal dan memerah, terutama pada bagian tangan ataupun kaki, karena sering memakai pakaian yang begitu ketat dan cuaca yang tidak menentu juga menimbulkan kulit sensitif.
Dikutip dari www.femina.co.id/articel/waspada-penyebab-kulit-sensitif- kulit sensitif menurut dr. Eddy Karta, spKK, adalah kondisi di mana kulit memberikan respon berlebih terhadap perubahan suhu atau bahan kosmetik tertentu yang mengganggu kesehatan kulit.
Dalam situs www.alodokter.com/mengenali-kulit-sensitif-dan-cara-menanganinya-dengan-tepat, mengatakan bahwa setiap orang memiliki pemicu reaksi kulit sensitif yang berbeda-beda, di antaranya bisa disebabkan oleh polusi udara dan suhu yang berganti-ganti. Kondisi tersebut dapat melemahkan daya tahan lapisan kulit terluar. Alhasil, kulit mengalami iritasi, terasa panas, dan bentol-bentol merah. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari suhu yang ekstrem.
Kulit sensitif mudah mengalami peradangan, kita harus menanganinya dengan baik dan tepat. Peradangan kronis bisa mengakibatkan kologen, sehingga dampak efek penuaan menjadi makin cepat.
Kulit sensitif dapat berubah dengan cepat, mulai dari gangguan yang dianggap ringan hingga akhirnya menjadi bersifat kronis. Jika mengalami iritasi yang makin parah, segera temui dokter.
Cara mengatasinya
Kulit sensitif cenderung dialami oleh kaum hawa, Nyimas Ayu misalnya. Wanita sekaligus mahasiswi ini mengaku mengalami kulit yang sensitif jika duduk di tempat yang sudah lama tidak dibersihkan atau memakai pakaian yang terlalu ketat, nanti akan mengakibatkan bentol merah yang melebar-lebar.
Biasanya saya menyiram area yang gatal itu dengan air yang lebih dari hangat, mungkin bisa dibilang air panas, cuma tidak air mendidih. Air yang cukup panas saya basuh ke area yang gatal sampai kumannya pergi maka setelah saya siram secara tidak langsung gatal itu sedikit menghilang, namun masih ada bekasnya. Karena hanya menghilangkan kuman saja, lalu setelah itu minum obat dari klinik,” ujarnya.
Menurut dr. Bunga penyakit yang dialami saudari Nyimas itu sebenernya lebih kea rah alergi, ia memiliki bakat atau turunan alergi jadi kulit nya sensitif kalau kena zat tertentu, hal tersebut biasanya ada factor turunan dari keluarga. Alergi yang disebabkan berasal dari tungau, sejenis binatang yang biasa ada di kain / seprai yang lama tidak diganti.
Debu membuat penyakit kambuh, tetapi lebih tetapnya dikarenakan dengan bakteri atau kuman yang tidak bisa dilihat oleh kasat mata yang menempel di karpet, di seprai, di tanah, dan juga di rumput yang membuat kulit menjadi bintik-bintik merah, gatal yang sangat dahsyat, dan juga perih ketika terlalu digaruk.
Sebaiknnya melakukan bersih-bersih setiap harinya untuk mencegah arelgi pada kulit karena setiap kuman atau bakteri yang tidak bisa kita lihat kasat mata akan menimbulkan bahaya yang tidak kita sangka-sangka. (Anti Syaima Bahfein)
Di populerkan oleh http://fokusbogor.com/berita-3901-olah-pikiran--penyebab-kulit-sensitif--dan-cara-mengatasinya.html